Sabtu, 13 April 2013

Perjuangan Office Boy meraih Puncak karier : Vice President Citibank di Indonesia

Hikmah Kesabaran

Entah bagaimana saya mengatakannya, perasaan yang benar-benar sungguh berksesan bagi saya dan merupakan anugrah luar biasa. Saya bertemu dengan Houtman Zainal Arifin seseorang yang memiliki Pribadi dan kisah yang menakjubkan. Tanggal 20 Mei Tahun 2010, saya berkesempatan bertemu pak Houtman. Waktu itu saya sedang bersantap siang di sebuah restauran hotel di salah satu hotel di Jakarta.
 
Berikut ini adalah Kisah Inspiratif tentang Pa Houtman Zainal Arifin. Seorang pedagang asongan, anak jalanan, Office Boy yang kemudian menjadi Vice President Citibank di Indonesia. Sebuah jabatan Nomor 1 di Indonesia karena Presiden Direktur Citibank sendiri berada di USA.

Sekitar tahun 60an Houtman memulai karirnya sebagai perantau, berangkat dari desa ke jalanan Ibukota. Merantau dari kampung dengan penuh impian dan harapan, Houtman remaja berangkat ke Jakarta. Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, pekerjaan tidak mudah diperoleh. Houtman pun memilih bertahan hidup dengan profesi sebagai pedagang asongan, dari jalan raya ke kolong jembatan kemudian ke lampu merah menjajakan dagangannya.
 
Tetapi kondisi seperti ini tidak membuat Houtman kehilangan cita-cita dan impian. Suatu ketika Houtman beristirahat di sebuah kolong jembatan, dia memperhatikan kendaran-kendaraan mewah yang berseliweran di jalan Jakarta. Para penumpang mobil tersebut berpakaian rapih, keren dan berdasi. Houtman remaja pun ingin seperti mereka, mengendarai kendaraan berpendingin, berpakaian necis dan tentu saja memiliki uang yang banyak. Saat itu juga Houtman menggantungkan cita-citanya setinggi langit, sebuah cita-cita dan tekad diazamkan dalam hatinya.

Azam atau tekad yang kuat dari Houtman telah membuatnya ingin segera merubah nasib. Tanpa menunggu waktu lama Houtman segera memulai mengirimkan lamaran kerja ke setiap gedung bertingkat yang dia ketahui. Bila ada gedung yang menurutnya bagus maka pasti dengan segera dikirimkannya sebuah lamaran kerja. Houtman menyisihkan setiap keuntungan yang diperolehnya dari berdagang asongan digunakan untuk membiayai lamaran kerja.

Sampai suatu saat Houtman mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya.

Tapi Houtman tetap bangga dengan jabatannya, dia tidak menampik pekerjaan. Diterimanyalah jabatan tersebut dengan sebuah cita-cita yang tinggi. Houtman percaya bahwa nasib akan berubah sehingga tanpa disadarinya Houtman telah membuka pintu masa depan menjadi orang yang berbeda.

Sebagai Office Boy Houtman selalu mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Terkadang dia rela membantu para staf dengan sukarela. Selepas sore saat seluruh pekerjaan telah usai Houtman berusaha menambah pengetahuan dengan bertanya tanya kepada para pegawai. Dia bertanya mengenai istilah istilah bank yang rumit, walaupun terkadang saat bertanya dia menjadi bahan tertawaan atau sang staf mengernyitkan dahinya. Mungkin dalam benak pegawai ”ngapain nih OB nanya-nanya istilah bank segala, kayak ngerti aja”. Sampai akhirnya Houtman sedikit demi sedikit familiar dengan dengan istilah bank seperti Letter of Credit, Bank Garansi, Transfer, Kliring, dll.

Suatu saat Houtman tertegun dengan sebuah mesin yang dapat menduplikasi dokumen (saat ini dikenal dengan mesin photo copy). Ketika itu mesin foto kopi sangatlah langka, hanya perusahaan perusahaan tertentu lah yang memiliki mesin tersebut dan diperlukan seorang petugas khusus untuk mengoperasikannya. Setiap selesai pekerjaan setelah jam 4 sore Houtman sering mengunjungi mesin tersebut dan minta kepada petugas foto kopi untuk mengajarinya. Houtman pun akhirnya mahir mengoperasikan mesin foto kopi, dan tanpa di sadarinya pintu pertama masa depan terbuka. Pada suatu hari petugas mesin foto kopi itu berhalangan dan praktis hanya Houtman yang bisa menggantikannya, sejak itu pula Houtman resmi naik jabatan dari OB sebagai Tukang Foto Kopi.

Menjadi tukang foto kopi merupakan sebuah prestasi bagi Houtman, tetapi Houtman tidak cepat berpuas diri. Disela-sela kesibukannya Houtman terus menambah pengetahuan dan minat akan bidang lain. Houtman tertegun melihat salah seorang staf memiliki setumpuk pekerjaan di mejanya. Houtman pun menawarkan bantuan kepada staf tersebut hingga membuat sang staf tertegun. “bener nih lo mo mau bantuin gua” begitu Houtman mengenang ucapan sang staff dulu. “iya bener saya mau bantu, sekalian nambah ilmu” begitu Houtman menjawab. “Tapi hati-hati ya ngga boleh salah, kalau salah tanggungjawab lo, bisa dipecat lo”, sang staff mewanti-wanti dengan keras. Akhirnya Houtman diberi setumpuk dokumen, tugas dia adalah membubuhkan stempel pada Cek, Bilyet Giro dan dokumen lainnya pada kolom tertentu. Stempel tersebut harus berada di dalam kolom tidak boleh menyimpang atau keluar kolom. Alhasil Houtman membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut karena dia sangat berhati-hati sekali. Selama mengerjakan tugas tersebut Houtman tidak sekedar mencap, tapi dia membaca dan mempelajari dokumen yang ada. Akibatnya Houtman sedikit demi sedikit memahami berbagai istilah dan teknis perbankan. Kelak pengetahuannya ini membawa Houtman kepada jabatan yang tidak pernah diduganya.

Houtman cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Dia pun ringan tangan untuk membantu orang lain, para staff dan atasannya. Sehingga para staff pun tidak segan untuk membagi ilmu kepadanya. Sampai suatu saat pejabat di Citibank mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang dimilikinya, padahal Houtman hanyalah lulusan SMA.

Peristiwa pengangkatan Houtman menjadi pegawai Bank menjadi berita luar biasa heboh dan kontroversial. Bagaimana bisa seorang OB menjadi staff, bahkan rekan sesama OB mencibir Houtman sebagai orang yang tidak konsisten. Houtman dianggap tidak konsisten dengan tugasnya, “jika masuk OB, ya pensiun harus OB juga” begitu rekan sesama OB menggugat.

Houtman tidak patah semangat, dicibir teman-teman bahkan rekan sesama staf pun tidak membuat goyah. Houtman terus mengasah keterampilan dan berbagi membantu rekan kerjanya yang lain. Hanya membantulah yang bisa diberikan oleh Houtman, karena materi tidak ia miliki. Houtman tidak pernah lama dalam memegang suatu jabatan, sama seperti ketika menjadi OB yang haus akan ilmu baru. Houtman selalu mencoba tantangan dan pekerjaan baru. Sehingga karir Houtman melesat bak panah meninggalkan rekan sesama OB bahkan staff yang mengajarinya tentang istilah bank.

19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First National City Bank, Houtman mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Sebuah jabatan puncak citibank di Indonesia. Jabatan tertinggi citibank sendiri berada di USA yaitu Presiden Director yang tidak mungkin dijabat oleh orang Indonesia.

Sampai dengan saat ini belum ada yang mampu memecahkan rekor Houtman masuk sebagai OB pensiun sebagai Vice President, dan hanya berpendidikan SMA. Houtman pun kini pensiun dengan berbagai jabatan pernah diembannya, menjadi staf ahli citibank asia pasifik, menjadi penasehat keuangan salah satu gubernur, menjabat CEO di berbagai perusahaan dan menjadi inspirator bagi banyak orang.

Sabtu, 09 Februari 2013

Kisah Sukses Sylvester Stallone - Jalan Panjang Untuk Mencapainya


Kisah Sukses Sylvester Stallone
Sylvester Gardenzio Stallone dilahirkan di Kota New York City, Amerika Serikat, pada tanggal 6 Juli 1946, Ia adalah seorang aktor, sutradara dan penulis naskah film asal Amerika Serikat yang sangat terkenal. Ia mempunyai nama panggilan "Sly". Nama tengahnya kadang-kadang dipanggil "Enzio," ibunya memberikan nama tengah "Gardenzio." Ia termasuk salah satu legenda besar yang sukses dalam film aksi laga, peran-perannya antara lain dalam serial Rocky dan Rambo yang sukses menjadi film-film yang masuk dalam daftar Film Box Office di Dunia Perfilman Internasional serta banyak film lainnya yang ia bintangi. Perjuangannya dalam meraih kesuksesannya bisa di bilang sangat panjang, keras dan penuh perjuangan, namun berkat semangat, kegigihan serta sikap pantang menyerahnya untuk menjadi aktor film yang menjadi cita-citanya akhirnya takdir dan nasib baik berpihak padanya.  

Sylvester Stallone ini dilahirkan dari keluarga yang sangat miskin di New York. Ibunya terpaksa melahirkan di tangga pintu sebuah sekolah. Akibat kelahiran yang tak lancar, ia menderita kelainan saraf di bagian mukanya, sisi kanan wajahnya menjadi tidak normal. Ia juga berbicara gagap, dan ujung bibirnya selalu tertarik ke bawah. Ia kerap diejek sebagai tokoh film kartun kucing di Looney Tunes yang kebetulan mirip namanya. Karena kekurangannya, di usia remaja ia dimasukkan ke sekolah bagi anak yang mempunyai kebutuhan khusus.

Ia mempunyai mimpi untuk menjadi aktor. Untuk mengejar mimpinya menjadi aktor terkenal, pemuda ini mengikuti audisi kemana-mana. Akan tetapi wajahnya yang “seperti cacat mental” dan gaya bicara yang gagap, serta aktingnya yang terlihat kaku, membuat ia selalu ditolak untuk peran apapun yang diinginkannya. Tetapi ia pantang menyerah, anda akan kaget mengetahui berapa kali ia ditolak agen di New York. Ia di tolak sebanyak 1500 kali, bahkan jumlah seluruh agen film di New York tidak sebanyak itu. Artinya, beberapa agen sudah menolaknya berkali-kali.

Setelah gagal audisi dimana-mana, akhirnya ia nekat. Untuk mendapatkan peran pertamanya ia terpaksa ngotot. Ia datang kesebuah agency pukuk 04.00 sore tetapi agen film yang didatangi menolak untuk bertemu dengannya. Keesokan paginya ketika sang agen datang ke kantor ia menemukan si pemuda tetap menunggu. Ia menunggu semalaman. Akhirnya agen tersebut tak tega dan memberinya kesempatan. Walaupun ia hanya muncul selama beberapa menit sebagai figuran, ini sudah merupakan trobosan baginya. Setidaknya memberi nilai tambah bahwa ia pernah main film. Ia pikir jalannya akan lebih mudah.

Tapi ternyata karirnya tidak beranjak. Ia menemui kegagalan demi kegagalan berikutnya untuk mendapatkan peran lain. Ia bahkan pernah mengambil peran dalam filim semi-porno dengan bayaran rendah US$ 200 untuk 2 hari shooting. Setelah itupun karirnya tidak beranjak. Ia tidak bisa membayar alat pemanas kamar ketika suhu sangat dingin di New York. Ia terpaksa keperpustakaan membaca, sekedar untuk mendapat suhu yang hangat. Dari buku yang dibaca di perpustakaan ia akhirnya mendapat ide untuk menlis naskah film. Ia berhasil menjual satu naskah film senilai US$ 100.

Hidupnya tak kunjung membaik. Istrinya mulai tak tahan dengan obsesinya. Istrinya selalu bilang cari pekerjaan sungguhan yang tidak ada hubungannya dengan acting, tapi ia tetap bersikeras tidak ingin mengubur impiannya di dunia acting. Hidupnya makin sulit, ia terpaksa menjual perhiasan istrinya. Pada titik terndah dalam hidupnya ia terpaksa menjual anjing kesayangan bernama Timmy. Ia berusaha keras selama berbulan-bulan sampai satu hari ia sama sekali tidak punya uang. Timmy sangat dekat dengannya, seperti sahabat, dengan terpaksa ia menjual anjingnya hanya dengan harga US$ 25 untuk bisa menyambung hidupnya, karena sudah betul-betul bangkrut, sampai tidak bisa makan. Saat itu ia menangis.

Dalam kegalauan ia menonton sebuah pertandingan tinju antara Mohammad Ali dan Chuck Webner, seorang petinju lemah yang menurut ramalah banyak orang akan dapat dirobohkan selama 3 ronde, ternyata Webner mempunyai kemantapan dan





kekerasan hati. Ia dapat menyelesaikan total 15 ronde melawan Ali karena tak mau menyerah. Pemudah itu sangat terinspirasi dengan tontonan tersebut dan muncul sebuah visi tentang sebuah film yang akan ia tulis naskanya. Malam hari itu juga ia menulis dan menulis selama 3 hari tanpa berhenti, hingga naskah filmnya selesai. Ia sangat gembira dengan naskah tersebut, akarena dalam pikirrannya ia tahu bahwa naskah cerita tersebut akan menjadi sebuah film yang mengubah hidup dan nasibnya. Tangannya sampai bergetar saat memandangi naskah itu.

Lalu ut mengajukan tulisannya kepada para produser film. Namun tidak ada yang memberi tanggapan serius atas naskah cerita tersebut. Tetapi ia tak pernah berhenti berusaha. Ia menawarkan naskah ceritanya dan di tolak lebih dari ratusan kali kepada semua produser dan studio film. Sampai suatu hari, ada sebuah studio yang berani membeli naskahnya senilai US$ 20.000 dengan syarat tokoh utamanya dibitangi oleh Ryan O’Neal dan Brut Reynolds. Ia senang sekali mendapat penawaran itu, akan tetapi ntotot ingin tetap membintangi sendiri film tersebut. Lalu ia menawarkan diri bermain Cuma-Cuma. Sang sutradara menolak. Walaupun sesungguhnya sangat membutuhkan uang, ia bersikeras menolak menjual naskah tersebut kecuali jika ia bisa menjadi bintangnya. Sang produser terus menaikkan tawarannya $80.000, $125.000, $250.000 sampai $325.000, tetapi si pemuda bersikeras tidak akan mau menjual naskah filmnya kecuali ia berperan menjadi tokoh utamanya. Ia berjanji akan bermain bagus.

Akhirnya produser setuju dan menjadikan dia tokoh utama dalam film tersebut, namun hanya dengan bayaran $20.000 untuk naskah cerita ditambah $340 perminggu sesuai upah minimal seorang aktor. Setelah dipotong biaya-biaya, komisi agen, dan pajak, ia hanya mendapat penghasilan bersih $6.000 bukannya $325.000





Ini adalah kisah sylvester stallone atau bisa disingkat “sly”. Sly sadar, setelah 1500 kali penolakan, naskah film Rocky yang dibuatnya mungkin satu satunya pintu gerbang untuk menjadi peran utama, karena itu ia tidak mau melepas peran Rokcy untuk orang lain. Sekalipun ber-budget rendah US$1.000.000 dan dibintangi aktor tidak terkenal saat itu, yaitu stallone sendiri, film ini meledak di pasaran dan menghasilkan uang senilai US$ 200.000.000 atau 200 kali lipat.

Dari film Rocky yang dibintanginya ia dinominasikan meraih Academi Award sebagai aktor terbaik. Film tersebut memenangkan tiga Oscar untuk film terbaik, sutradara terbaik dan skenario film terbaik. Setelah Rocky, kesuksesan terus mengiringinya selama beberapa dekade ke depan. Ia kembali sukses menjadi ikon action movie dalam karakter Rambo. Pemuda keturunan itali ini menjadi ikom machismo (kejantanan) dalam film action Holywood.

Ia menjadi aktor pencetak box office terbesar didunia sepanjang tahun 1970 sampai 1990. Serial Rocky (Rocky 1-5) dan Rambo (1-4) meraih hampir US$1 miliar, dan menjadikan Stallone seoarng bintang film internasional termahal.

Apa yang dicapainya kini merupakan buah keteguhannya mempertahankan mimpi untuk menjadi bintang film. Seandainya ia merelakan naskah Rocky dibintangi orang lain mungkin ia mendapat US$325.000 untuk naskahnya tapi ia kehilangan peluang, yang mungkin satu-satunya, untuk menjadi bintang utama.

Tentang penolakan yang dialaminya ia berkata 





“saya anggap penolakan seperti orang meniupkan terompet di telinga untuk membangunkan kita bukan untuk mundur”





- http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7854266 (Thanks To Agan mystronghold)
- http://id.wikipedia.org/wiki/Sylvester_Stallone


http://kolom-biografi.blogspot.com/2011/06/biografi-sylvester-stallone-jalan.html

Jumat, 08 Februari 2013

Kiat Sukses Wirausaha ala Rosa


Rosa Sukses Wirausaha

Kiat Sukses Wirausaha - menjadi salah satu diva Indonesia, dan punya segudang kesibukan tak lantas membuat Rossa berpuas diri. Sadar tak bisa seterusnya eksis di dunia hiburan, Rossa mencoba menjadi seorang pengusaha. Usaha yang dipilihnya pun tak jauh-jauh dari karier yang digelutinya sekarang ini, yaitu bisnis karaoke yang diberinya nama "Diva".
"Siapa pun bisa menjadi seorang wirausahawan, termasuk perempuan. Menjadi wirausahawan juga membantu perempuan, dan khususnya saya, untuk memiliki kemandirian finansial dalam keluarga," ungkap Rossa, di Puro Blowfish Restaurant, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013) lalu.
Usaha yang dirintis Rossa kini sudah berkembang cukup pesat. Bahkan, tahun ini Rossa menargetkan penambahan rumah karaokenya mencapai 50 outlet. Apa kiat sukses Rossa dalam menjalankan usahanya?

1. Konsisten
Ini syarat yang paling banyak dilupakan para pengusaha. Seringkali mereka tidak konsisten dengan niat awal untuk berbisnis. Menurut Rossa, konsistensi sangat dibutuhkan pengusaha agar bisa menciptakan image yang kuat pada konsumennya. Misalnya, ketika berbisnis kuliner pastikan Anda selalu menjaga rasa dan mutu makanan (konsistensi rasa) sehingga tidak ada pelanggan yang protes karena merasa kualitas makanannya menurun.
Konsistensi dan ketekunan dalam berbisnis akan menjadi bekal yang baik untuk menghadapi semua kendala yang mungkin muncul saat berbisnis. "Dalam hal apa pun, konsisten dan ketekunan sangatlah dibutuhkan. Ini jadi modal utama untuk mendapat kesuksesan," jelasnya.

2. Keyakinan
Keyakinan untuk sukses adalah modal yang baik untuk memotivasi Anda dalam berbisnis. Akan tetapi, penyanyi berusia 34 tahun ini merasa, modal yakin akan sukses saja belumlah cukup. Anda juga harus punya keyakinan bahwa produk Anda akan "menjual". Oleh karena itu, Anda perlu mengenali manfaat, harga, kelebihan, kekurangan, sampai keamanan produk Anda.
Ketika Anda punya keyakinan pada produk yang dijual, secara tak langsung Anda bisa meyakinkan orang lain untuk membeli produk tersebut. "Ketika Anda tak yakin pada produk yang dijual, orang pasti enggan juga untuk membelinya," tambahnya.

3. Total dan fokus
Saat berbisnis Anda tak bisa setengah-setengah. Pastikan Anda serius dan fokus untuk membangun bisnis ini. Dalam berbisnis Anda harus benar-benar sepenuh hati terjun ke dalamnya. Ketika setengah-setengah, usaha yang Anda curahkan pun tak akan maksimal dalam mengembangkan usaha. Hasilnya, ketika menemui kegagalan Anda akan mudah menyerah dan putus asa.

Kamis, 07 Februari 2013

Balik Modal Hanya Sebulan, Padahal Tadinya Hanya Iseng!!


Batik, di tangan Desyana Perwitasari, disulap menjadi leather case aneka gadget trendi seperti dompet ponsel dan iPad.  

Sebelum ‘menemukan’ batik, Desy lebih dulu berkecimpung di dunia kerajinan eceng gondok. Sayangnya, usahanya itu hanya bertahan enam bulan karena respons pasar tidak terlalu bagus untuk produk eceng gondoknya.

“Memasarkannya sulit, tapi produknya kadung numpuk. Iseng-iseng saya bantu memasarkan tas dan dompet batik punya teman kuliah saya. Responsnya kok bagus, dari situlah saya memantabkan diri menerjuni batik,” ujar ibu dua anak ini.

Saat ini, produksi Desy kian beragam, mulai tas kerja, leather case, dompet ponsel hingga clutch (tas genggam untuk ke pesta). Menurut perempuan kelahiran Cilacap, 8 Desember 1982 ini, pemasarannya masih sebatas jejaring sosila (facebook) di akun aswangga butik, dan belum ada niatan membuka  butik di mal.

Ketika itu, Agustus 2011, bermodal Rp 2 juta,  dalam tempo sebulan langsung balik modal. Pembeli pertama saat itu, kenang Desy, justru berasal dari Jakarta.  Dia membeli tas desainnya sendiri dan bahannya dia pilih sendiri. Harganya Rp 500.000.

"Setelah itu respons terus mengalir, kebanyakan malah dari luar Surabaya,” katanya.

Namun, Desy berujar omzetnya hingga sekarang  masih kecil, dalam kisaran Rp 2,5 jutaan per bulan. Ini karena mencari tenaga penjahit yang tarifnya terjangkau juga sudah tidak mudah di Tanggulangin, Sidoarjo. Padahal, dalam prinsip bisnisnya, ia selalu punya keinginan produknya bisa dijangkau. Karenanya, tidak ada produk buatan Desy yang melebihi angka Rp 500.000.

Meskipun pengusaha tas dan aksesori batik sudah menjamur, namun Desy optimistis pasarnya masih terbuka. “Batik itu kan seni, selama kita pandai berinovasi saya yakin pasarnya masih ada,” ujarnya.

Produk Aswangga Butik tak hanya menyasar segmen wanita usia menengah, tapi juga remaja melalui corak batik yang cerah dan aneka modelnya yang centil.

Sumber  

Rabu, 06 Februari 2013

Laba Besar dari kebab baba rafi

Satu lagi anak muda Surabaya menorehkan prestasi besar. Dia adalah Hendy Setiono, presiden direktur Kebab Turki Baba Rafi. Prestasinya tidak hanya diakui di dalam negeri, tapi juga di mancanegara. Mengapa?
Wajah dan penampilannya masih layaknya anak muda. Siang itu, dia berkemeja batik cokelat dipadu celana hitam. Cukup sederhana. Tak tecermin tampang seorang bos dari perusahaan beromzet lebih dari Rp 1 miliar per bulan.


Itulah penampilan sehari-hari Hendy Setiono, Presdir Kebab Turki Baba Rafi Surabaya. Oleh majalah Tempo edisi akhir 2006, dia dinobatkan sebagai salah seorang di antara sepuluh tokoh pilihan yang dinilai mengubah Indonesia. Tentu, sebuah pengakuan yang membanggakan bagi Hendy. Apalagi, bisnis yang dia geluti tergolong bisnis yang tak akrab di telinga. Usianya pun masih 23 tahun! Wow, masih sangat muda untuk seorang bos yang memiliki 100 outlet di 16 kota di Indonesia.

Dengan ramah, pria kelahiran Surabaya, 30 Maret 1983, tersebut mempersilakan Jawa Pos masuk ke kantornya di Ruko Manyar Garden Regency, kawasan Nginden Semolo. “Biasanya saya masuk kantor agak siang. Tapi, karena hari ini ada janji dengan Anda, saya agak meruput datang ke kantor,” ujar Hendy mengawali perbincangan.

Ketika itu, jarum jam sudah menunjuk pukul 11.00. Bagi Hendy, pukul 11.00 masih terbilang pagi karena biasanya dirinya baru masuk kantor lebih dari pukul 12.00.
Dia lalu menceritakan awal mula bisnis kebab yang digelutinya tersebut. Kebab adalah makanan khas Timur Tengah (Timteng) yang dibuat dari daging sapi panggang, diracik dengan sayuran segar, dan dibumbui mayonaise, lalu digulung dengan tortila. Sebenarnya, kebab banyak beredar di Qatar dan negara Timteng lainnya.

Namun, kata Hendy, kebab paling enak adalah dari Istambul, Turki. Karena itu, dia menggunakan “trade mark” Turki untuk menarik calon pelanggan.
Hendy mengisahkan, pada Mei 2003, dirinya mengunjungi ayahnya yang bertugas di perusahaan minyak di Qatar. Selama di negeri yang baru sukses melaksanakan Asian Games itu, dia banyak menemui kedai kebab yang dijubeli warga setempat. Lantaran penasaran, Hendy yang mengaku hobi makan itu lantas mencoba makanan yang lezat bila dimakan dalam kondisi masih panas tersebut. “Ternyata, rasanya sangat enak. Saya tak menduga rasanya seperti itu,” ungkap sulung dua bersaudara pasangan Ir H Bambang Sudiono dan Endah Setijowati tersebut.

Tak hanya perutnya kenyang, saat itu di benak Hendy langsung terbersit pikiran untuk membuka usaha kebab di Indonesia. Alasannya, selain belum banyak usaha semacam itu, di Indonesia terdapat warga keturunan Timteng yang menyebar di berbagai kota.

“Orang Indonesia juga banyak yang naik haji atau umrah. Biasanya, mereka pernah merasakan kebab di Makkah atau Madinah. Nah, mereka bisa bernostalgia makan kebab cukup di outlet saya,” jelasnya.
“Makanya, selama di Qatar, saya juga memanfaatkan waktu untuk berburu resep kebab. Saya mencarinya di kedai kebab yang paling ramai pengunjungnya,” jelas Hendy yang beristri Nilamsari, 23, dan kini sudah dikaruniai dua anak, Rafi Darmawan, 3, dan Reva Audrey Zahifa, 2, tersebut.

Begitu tiba kembali di Surabaya, dia langsung menyusun strategi bisnis. Yang pertama dilakukan adalah mencari partner. Dia tidak ingin usahanya asal-asalan. Dia kemudian bertemu Hasan Baraja, kawan bisnisnya yang kebetulan juga senang kuliner. Awalnya, mereka sengaja melakukan trial and error untuk menjajaki peluang bisnis serta pangsa pasarnya.
“Ternyata, resep kebab dari Qatar yang rasa kapulaga dan cengkehnya cukup kuat tidak begitu disukai konsumen. Ukurannya pun terlalu besar. Makanya, kami memodifikasi rasa dan ukuran yang pas supaya lebih familier dengan orang Indonesia,” katanya.

September 2003, gerobak jualan kebab pertamanya mulai beroperasi. Tepatnya di salah satu pojok Jalan Nginden Semolo, berdekatan dengan area kampus dan tempat tinggalnya.
Mengapa gerobak? Hendy mempunyai alasan. “Membuat gerobak lebih murah daripada membuat kedai permanen. Tidak perlu banyak modal. Gerobak pun fleksibel, bisa dipindah-pindah,” ujarnya.

Soal nama kedainya Baba Rafi, dia mengaku terinspirasi nama anak pertamanya, Rafi Darmawan. “Diberi nama Kebab Pak Hendy kok tidak komersial,” katanya lalu tergelak.
Saat itulah terlintas di benaknya nama si sulung, Rafi. “Kalau dipikir-pikir, pakai nama Baba Rafi, lucu juga rasanya. Baba kan berarti bapak, jadi Baba Rafi berarti bapaknya Rafi.”
Mengawali sebuah bisnis memang tidak mudah. Apalagi untuk meraih sukses seperti sekarang. Suka duka pun dirasakan calon bapak tiga anak itu. “Misalnya, uang berjualan dibawa lari karyawan. Banyak karyawan yang keluar masuk. Baru beberapa minggu bekerja sudah minta keluar,” ungkapnya.
Bahkan, pernah suatu hari, karena tak mempunyai karyawan, Hendy dan istri berjualan. Hari itu kebetulan hujan. Tak banyak orang membeli kebab. Makanya, pemasukan pun sedikit. “Uang hasil berjualan hari itu digunakan membeli makan di warung seafood saja tak cukup. Wah, itu pengalaman pahit yang selalu kami kenang,” ujarnya.

Tak ingin setengah-setengah dalam menjalankan bisnis, lulusan SMA Negeri 5 Surabaya tersebut akhirnya memutuskan berhenti dari bangku kuliah pada tahun kedua. “Saya OD alias out duluan. Tapi, saya tidak menyesal meninggalkan bangku kuliah untuk membangun usaha,” tegas Hendy yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Teknik Informatika ITS tersebut.
Keputusan dia untuk meninggalkan bangku kuliah guna menekuni bisnis kebab tersebut sempat ditentang orang tuanya. Mereka ingin Hendy menjadi orang kantoran seperti ayahnya. Karena itu, ketika dia meminta bantuan modal, orang tuanya menganggap bisnis yang akan dilakoni tersebut adalah proyek iseng. “Mereka pikir saya tidak serius pada bisnis itu. Dalam hati, saya ingin membuktikan kepada bapak dan ibu bahwa kelak saya pasti berhasil,” jelasnya.

Yang luar biasa, kesuksesan bisnis Hendy tak perlu waktu lama. Hanya dalam 3-4 tahun, dia berhasil mengembangkan sayap di mana-mana. Bahkan, hingga pengujung 2006, pengusaha muda tersebut mencatat telah memiliki 100 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang tersebar di 16 kota di Indonesia. Tidak hanya di Jawa, tapi juga di Bali, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.

Ke depan, Hendy berencana mengembangkan usahanya itu ke luar negeri. Dua negara yang diincar adalah Malaysia dan Thailand. “TV BBC London dan majalah Business Week International pernah meliput usaha saya tersebut. Setelah itu, ada orang yang menawari saya membuka outlet di Trinidad & Tobago serta Kamboja,” jelasnya.
Sukses bisnis kebab waralaba Hendy itu juga menghasilkan berbagai award, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya, ISMBEA (Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award) 2006 yang diberikan menteri koperasi dan UKM. Hendy juga ditahbiskan sebagai ASIA’s Best Entrepreneur Under 25 oleh majalah Business Week International 2006. Untuk meraih award tersebut, dia bersaing dengan 20 kandidat pengusaha lain dari berbagai negara di Asia.

Pria kalem itu juga mendapatkan penghargaan Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad Ke-21 yang dianugerahkan Profesi Indonesia. Kemudian, penghargaan Enterprise 50 dari majalah SWA untuk 50 perusahaan yang berkembang dalam setahun terakhir. Serta, di pengujung 2006, majalah Tempo menobatkan Hendy menjadi salah seorang di antara sepuluh tokoh pilihan yang mengubah Indonesia.
Apa yang akan dilakukan Hendy selain mengembangkan usahanya ke mancanegara? Tampaknya, dia ingin seperti raja komputer, Bill Gates. “Saya belajar dari para pengusaha sukses. Salah satunya, Bill Gates. Dia bisa mendirikan kerajaan Microsoft, meski tidak tamat sekolah. Jadi, intinya, untuk menjadi orang sukses, tidak harus memiliki gelar akademis dan indeks prestasi (IP) tinggi,” tegasnya lalu tertawa.

Riezka Rahmatiana, pisang ijo

Jasmine memang berarti melati. Dalam plesetan yang dibuat perempuan Riezka Rahmatiana (23), kata ”jasmine” diubah menjadi ”JustMine” untuk mengangkat penganan tradisional pisang ijo asli Makassar ke masyarakat. Bahkan, pisang ijo ini dijadikan peluang usaha waralaba.

Mirip semerbak keharuman bunga melati, gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Maret 1986 ini mengawali usaha kecilnya pada saat duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung. Kini, kartu namanya sudah tertulis Riezka Rahmatiana sebagai Presiden Direktur ”JustMine”.
Semangat kewirausahaan, begitulah yang mengawali Riezka. Awalnya, kata Riezka, adalah kesumpekan. Banting tulang orangtuanya dalam mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan anak-anak, mendasari pikiran Riezka untuk berupaya agar dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
Orang tua bekerja sejak pagi hingga larut malam. Hasil banting tulang seharian dilakukan untuk meraih gaji. Kemandirian wirausaha itulah yang secara diam-diam tumbuh dalam diri Riezka.

”Saya tidak mau menyusahkan orangtua. Berbekal modal awal Rp 13,5 juta, tahun 2007 bisnis makanan pisang ijo yang segar mulai menjadi pilihan untuk dipasarkan di Kota Bandung,” kata Riezka.

Ketika mengambil keputusan berwirausaha di sela-sela kuliahnya, anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku mendapat larangan keras dari orangtuanya. Mereka menganjurkan dia agar mencari pekerjaan yang aman.

Riezka pun menuturkan jatuh dan bangunnya mencicipi aneka pekerjaan di sela-sela kuliahnya. Mulai dari menjadi anggota jaringan pemasaran alias multi level marketing (MLM), penjual pulsa telepon seluler, hingga menjajal bekerja di sebuah kafe. Dari sebagian menyisihkan penghasilan bekerjanya selama itulah, Riezka memulai usaha pisang ijo khas Makassar.

Tanggal 16 Maret 2009 menjadi momentum perjalanan wirausahanya. Riezka memang belum pernah ke Makassar, tetapi ketekunannya mencari penganan tradisional dan kemauannya untuk belajar memproduksi pisang ijo itulah menjadi modal dasarnya. Tanya-tanya resep pun terus dilakukannya.

Pisang dipandang sebagai bahan baku yang relatif murah dan selalu mudah diperoleh di pasar. Hanya dengan dibalut adonan tepung beras yang diberi warna hijau, sajian khas ini bisa mulai dipasarkan dengan nama tren Pisang Ijo.

Dari sanalah kreativitas Riezka bermunculan. Dari sajian pisang ijo orisinal, Riezka mengembangkannya dengan aneka rasa, seperti pisang ijo vanila, stroberi, coklat, dan durian. Semangkok pisang ijo yang disiram sedikit cairan fla yang gurih akan menjadi bertambah segar apabila ditambah pecahan es batu. Apalagi, kreativitasnya dilakukan dengan menambahkan serutan keju dan mesis coklat.

Penghasilan tak terbatas

Dorongan menjadi entrepreneur terjadi justru ketika Riezka membaca buku berjudul Cashflow Quadrant bahwa tidak ada karyawan yang bisa memperoleh penghasilan tak terbatas.

Benarkah hipotesis tersebut? Riezka membuktikan lewat ketekunannya. ”Kalau orang atau setidaknya orangtua saya bekerja dari pagi hingga malam, untuk pada akhirnya mencari penghasilan, saya justru sebaliknya. Kita semestinya tidak bekerja mengejar penghasilan, tetapi biarlah uang mendatangi kita,” ujar Riezka yang akhirnya mewaralabakan usahanya itu.

Dari usaha kecilnya ini, Riezka membuka peluang berinvestasi dengan sistem waralaba. Alhasil, dari satu gerai, kini ada 10 pewaralaba pisang ijo yang tersebar, terutama di kota Bandung, Jawa Barat.

Pemilihan mitra pun dilakukan selektif karena visi yang diemban adalah ”Kepuasan konsumen adalah kepuasan kami. Kesuksesan mitra adalah kesuksesan kami.” Pemilihan gerai bukan sekadar melihat berkas yang diajukan calon mitra, apalagi uang waralaba yang disiapkan mitra.

Melalui penelitian lokasi pasar, Riezka berani mengambil keputusan diterima atau tidaknya seorang mitra. Dia pun memprediksi, besarnya potensi pasar terhadap produknya di lokasi tertentu.

”Sasarannya tetaplah mahasiswa. Karena itu, lingkungan kampus menjadi target lokasi,” kata Riezka.

Bersama sahabatnya, Erwin Burhanudin, Riezka membangun sistem waralaba. Mereka pun mengaku tidak ingin gegabah memperoleh sebanyak-banyaknya pewaralaba. Kapasitas produksi tetap harus menjadi acuan usahanya.

Cepat atau lambat, Riezka yang murah senyum kini sudah mulai menuai hasil. Enam karyawannya ikut bekerja keras menunjang usaha waralabanya dengan memproduksi sekitar 500 porsi setiap harinya.

Soal keuntungan, pokoknya sangat menggiurkan. Sebagai wirausaha muda yang berhasil masuk sebagai finalis tingkat nasional Wirausaha Muda Mandiri 2008, Riezka hanya berharap, setitik perjalanan hidupnya bisa memberikan napas kehidupan masyarakat sekitarnya.

Senin, 04 Februari 2013

Ayah dan Bunda Super


Saat saya mengadakan webinar tanggal 2 februari 2013, saya mengumumkan 2 landing page BARU, mereka yang hadir di webinar pada tanggal tersebut menjadi orang-orang yang tahu lebih dulu, Saya menambah 2 LANDING PAGE TERBARU yang bisa dipergunakan oleh seluruh member di grup ABENETWORK yaitu ayahsuper.com & bundasuper.com agar bisa dipromosikan secara TERTARGET.
Oya… Ada “sedikit cerita” dibalik pembuatan landing page ini,
suatu pagi sekitar jam 05.30 saya sedang berada di teras rumah, sambil browsing baca berita onlineditemani secangkir “hot chocolate” sambil menanti matahari terbit, namun demikian di depan rumah saya sudah banyak mobil-mobil tetangga yang bersliweran berangkat berbisnis/ bekerja, bahkan tetangga sebelah saya jam 4 pagi sudah berangkat kerja :) lalu sayup-sayup saya mendengar anak kecil menangis meraung-raung. Sang anak tersebut menarik-narik tangan si AYAH yang hendak masuk ke mobil untuk berangkat kerja/berbisnis.
“…Papa…. papa…. jangan pegiiiii… temani adek mainnn… ” itu yang samar-samar saya dengar, karena posisi saya memungkinkan untuk melihat langsung, saya memperhatikan “adegan” tersebut, sang anak terus menarik tangan ayah-nya yang sudah membawa tas kerjanya sambil terus menangis semakin keras, ayahnya sepertinya berusaha untuk memberi pengertian, tapi karena mungkin didesak oleh WAKTU yang mengharuskan dia untuk segera berangkat bekerja, sang Ayah memeluk anaknya & diberikan ke istrinya, lalu dengan terburu-buru ia segera masuk ke mobil & wuzzzzzzz….. melesat dengan mobilnya…. meninggalkan anaknya yang menangis semakin kerasnya”
sang Anak meronta turun dari pelukan bundanya & berusaha mengejar sang Ayah sampai dijalan depan rumahnya…
ahhhhh…. saya hanya menghela nafas panjang…. ada perasaan kasihan, prihatin… dll berkecamuk jadi satu. saya yakin tidak hanya tetangga saya tersebut yang mengalami kejadian serupa.
saya sangat yakin sang AYAH tersebut saat tancap gas, pastilah perasaannya “hancur nggak karuan” karena anak semata wayang yang sangat dicintainya tersebut membutuhkan dia tapi tak mampu dipenuhi,  saya sungguh teramat bersyukur karena saya tidak sampai mengalami hal yang sama, karena sehari-hari saya menjalankan bisnis ABE 100% ONLINE dari rumah tanpa perlu meninggalkan anak & istri tercinta ketika berbisnis.
Tidak hanya kejadian itu saja, ada banyak sekali peristiwa di sekitar saya, dimana para AYAH & BUNDA dengan “terpaksa” mengorbankan waktu yang sangat berharga bagi pertumbuhan anaknya dengan bekerja & berbisnis tak kenal waktu (ada yang berangkat subuh, pulang tengah malam). Bagi saya mereka adalah PEJUANG luar biasa bagi kehidupan keluarganya. Mereka PAHLAWAN bagi keluarganya.
Bagi anda yang masih SINGLE, anda sungguh beruntung karena telah mengetahui bisnis abenetwork lebih awal, sehingga saat kelak anda berumahtangga, saya mengharapkan “cerita” sejenis diatas tidak terulang pada diri anda.
Saya tidak bisa membayangkan jika itu terjadi pada seorang IBU.
yang pada umumnya memiliki hati, perasaan & IKATAN BATHIN dengan anaknya yang lebih kuat dibanding seorang AYAH.
dan saya yakin ada jutaan AYAH & BUNDA yang mengalami sejenis “adegan” memilukan tersebut di negeri kita ini, dan bahkan mungkin lebih “memilukan” lagi, saya yakin anda dengan mudah bisa memberikan banyak pengalaman tetangga sekitar yang anda lihat/ mungkin pernah mengalaminya sendiri.
Mencari uang itu memang PENTING untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
tapi jika BISA mencari uang tanpa meninggalkan keluarga dirumah, lebih banyak waktu untuk orang-orang yang kita cintai TANPA harus MENUNGGU KAYA dulu, bukankah itu jauh lebih baik? tentu awalnya tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi bukan berarti tidak bisa bukan?
Anda, saya dan bagi semua AYAH & BUNDA di penjuru Indonesia, BISA menjadi AYAH & BUNDA SUPER bagi orang-orang yang kita kasihi. Seperti VISI saya diawal saat saya mendirikan GRUP ABENETWORK yaitu agar kelak seluruh keluarga kecil indonesia bisa menghasilkan uang tanpa harus meninggalkan keluarga.

Saya memiliki impian, para ayah & bunda Indonesia, bisa menemani anaknya TUMBUH dari lahir sampai besar sepanjang hari, bisa menjaga orang-orang yang disayangi sepenuh waktu, bisa bercengkerama bersama keluarga tercinta tanpa harus ditinggal bekerja/ bisnis & bisnisnya harus bisa DIWARISKAN, karena tidak semua anggota keluarga bisa SEMAMPU kita dalam bisnis yang kita jalankan, lalu dari mana mereka bisa “makan & hidup” sehari-hari? jadi jika anda saat ini sedang “hot-hot-nya” mengerjakan ANEKA bisnis online, cobalah berpikir ulang bagaimana jika anda tidak ada? pastikan anda mewariskan sebuah BISNIS yang berkelanjutan, bukan sekedar kekayaaan yang dengan sangat cepat akan habis untuk kebutuhan hidup yang makin “menggila” setiap tahunnya.
itu sedikit kisah dibalik sejarah munculnya landing page : ayahsuper.com & bundasuper.com
jadi bagi member abenetwork, anda tinggal tambahkan userID anda di belakang web tersebut,
menjadi : www.ayahsuper.com/userID & www.bundasuper.com/userID
misal landing page replika milik saya :
www.ayahsuper.com/nadha & www.bundasuper.com/nadha
(bisnisdirumah = user ID abenetwork saya)


jadi kini sebagai member ABE di grup ABENETWORK : anda memiliki TOTAL 8 WEBSITE GRATIS yang TERTARGET untuk promosi anda. Jika dengan berbagai fasilitas gratis tersebut masih saja ada yang “mengeluh” kurang ini & itu… hhmmm kebangetann dehhhh :)
mungkin anda memiliki pengalaman sejenis mirip cerita saya diatas yang bisa disharingkan? atau mungkin ingin mengungkapkan perasaan anda sehubungan terbitnya 2 landing page ini?
silahkan posting comment anda dibawah ini ya…

Sumber